Mahasiswa Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi Angkatan IX Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta melaksanakan kegiatan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) II dalam rangka Stase Asuhan Kebidanan Komunitas di Kelurahan Notoprajan, Kecamatan Ngampilan, Kota Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi tahapan penting dalam proses pemberdayaan masyarakat melalui pemaparan hasil pengkajian komunitas serta penyusunan program kerja yang akan dilaksanakan berdasarkan kebutuhan dan permasalahan kesehatan yang ditemukan di wilayah setempat.
Kegiatan MMD II dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Lurah Kelurahan Notoprajan, Kepala Puskesmas Ngampilan, bidan dan ahli gizi Puskesmas Ngampilan, kader Posyandu dan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), ketua RW, Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA), Babinsa, Bhabinkamtibmas, dosen pembimbing, serta mahasiswa Profesi Bidan Angkatan IX.
Dalam forum tersebut, mahasiswa mempresentasikan hasil pengkajian yang telah dilakukan selama berada di komunitas. Pengkajian mencakup berbagai aspek kesehatan masyarakat, seperti kesehatan ibu dan anak, status gizi, kesehatan remaja, kesehatan lansia, perilaku hidup bersih dan sehat, serta faktor lingkungan yang memengaruhi kondisi kesehatan masyarakat di Kelurahan Notoprajan.
Berdasarkan hasil analisis data dan diskusi bersama masyarakat serta pemangku kepentingan, mahasiswa menyusun sejumlah program kerja yang dirancang untuk menjawab permasalahan kesehatan prioritas. Program-program tersebut menitikberatkan pada upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan, pemberdayaan kader, peningkatan kesadaran masyarakat terhadap perilaku hidup sehat, serta penguatan peran keluarga dalam menjaga kesehatan anggota keluarga.
Kepala Puskesmas Ngampilan dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas keterlibatan mahasiswa dalam membantu mengidentifikasi masalah kesehatan di masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi warga sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa dalam menerapkan konsep asuhan kebidanan komunitas secara langsung.
Diskusi yang berlangsung interaktif menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat dan lintas sektor dalam mendukung program yang telah dirancang. Berbagai masukan dan saran diberikan untuk menyempurnakan rencana kegiatan sehingga dapat dilaksanakan secara efektif dan berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Dosen pembimbing menyampaikan bahwa MMD II merupakan wujud kolaborasi antara institusi pendidikan, fasilitas pelayanan kesehatan, pemerintah kelurahan, dan masyarakat dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dilatih untuk mengintegrasikan hasil pengkajian, kemampuan analisis masalah, serta penyusunan program berbasis kebutuhan masyarakat sebagai bekal dalam menjalankan profesi bidan di masa depan.
Melalui pelaksanaan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) II, mahasiswa Profesi Bidan Angkatan IX UNISA Yogyakarta diharapkan mampu mengembangkan kompetensi sebagai bidan komunitas yang profesional, adaptif, dan mampu berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat guna mewujudkan kesehatan yang optimal dan berkelanjutan.
