Program Studi Kebidanan Program Sarjana Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Pengarahan Objective Structured Clinical Examination (OSCE) bagi mahasiswa Semester 8 dan Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Semester 2 pada Jumat (5/6/2026) di Ruang SM 4.14. Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan pelaksanaan Ujian OSCE yang akan berlangsung pada 9–17 Juni 2026.
Kegiatan pengarahan dihadiri oleh seluruh peserta ujian OSCE serta jajaran pengelola program studi. Hadir dalam kesempatan tersebut Sekretaris Program Studi Kebidanan Bdn. Rosmita Nuzuliana, S.ST., M.Keb sebagai bentuk dukungan dan penguatan kepada mahasiswa menjelang pelaksanaan ujian kompetensi, serta Ketua OSCE Bdn. Intan Mutiara Putri, S.ST., M.Keb yang menyampaikan berbagai informasi teknis terkait pelaksanaan ujian.
Dalam sambutannya, Bdn. Rosmita Nuzuliana, S.ST., M.Keb menekankan pentingnya kesiapan akademik, keterampilan klinik, dan mental mahasiswa dalam menghadapi OSCE. Ujian ini tidak hanya menjadi sarana evaluasi kompetensi mahasiswa, tetapi juga menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan calon tenaga kesehatan untuk memberikan pelayanan yang aman, profesional, dan berkualitas kepada masyarakat.
Sementara itu, Bdn. Intan Mutiara Putri, S.ST., M.Keb memberikan penjelasan secara rinci mengenai mekanisme ujian, tata tertib pelaksanaan, alur perpindahan antar station, serta berbagai hal yang perlu dipersiapkan oleh peserta. Mahasiswa juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan dan memperoleh klarifikasi terkait teknis ujian sehingga diharapkan dapat mengikuti OSCE dengan lebih percaya diri dan terarah.
Suasana pengarahan berlangsung interaktif dengan antusiasme mahasiswa yang tinggi. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi seluruh peserta mengenai pelaksanaan ujian serta meminimalkan kendala yang mungkin terjadi selama proses OSCE berlangsung.
Melalui kegiatan pengarahan ini, Program Studi Kebidanan UNISA Yogyakarta berharap seluruh mahasiswa dapat mempersiapkan diri secara optimal dan menunjukkan kompetensi terbaiknya pada pelaksanaan Ujian OSCE. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu mencapai hasil yang maksimal serta semakin siap memasuki dunia praktik profesional sebagai tenaga kesehatan yang kompeten dan berintegritas.
