Sumpah Profesi Bidan Angkatan VIII UNISA Yogyakarta, Awal Pengabdian Bidan Profesional

Sumpah Profesi Bidan Angkatan VIII UNISA Yogyakarta, Awal Pengabdian Bidan Profesional

Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Sumpah Profesi Periode Mei 2026 pada Kamis, 20 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa profesi kesehatan yang telah menyelesaikan pendidikan akademik dan praktik profesi sebelum resmi terjun memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Prosesi sumpah profesi berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, organisasi profesi, orang tua mahasiswa, serta tamu undangan. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa dari berbagai program profesi kesehatan mengikrarkan janji profesi sebagai bentuk komitmen moral, etika, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas pelayanan kesehatan secara profesional.

Salah satu program studi yang mengikuti prosesi tersebut adalah Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi dengan peserta Bidan Angkatan VIII sebanyak 70 mahasiswa. Para calon bidan secara resmi mengucapkan sumpah profesi sebagai simbol kesiapan untuk mengabdikan diri dalam pelayanan kesehatan ibu, bayi, anak, dan masyarakat secara luas.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Dr.Dewi Rokhanawati, S.SiT., M.PH menyampaikan bahwa sumpah profesi merupakan tonggak awal pengabdian tenaga kesehatan dalam menjalankan amanah profesi dengan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, keselamatan pasien, dan kode etik profesi. Mahasiswa diharapkan mampu menjadi tenaga kesehatan yang kompeten, profesional, adaptif, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi di tengah tantangan dunia kesehatan yang terus berkembang.

Selain sebagai bentuk legal dan moral dalam memasuki dunia kerja, prosesi sumpah profesi juga menjadi refleksi atas perjuangan mahasiswa selama menempuh pendidikan. Suasana haru dan bangga terlihat dari para peserta dan keluarga yang hadir menyaksikan momen bersejarah tersebut.

Melalui kegiatan Sumpah Profesi Fakultas Ilmu Kesehatan Periode Mei 2026, UNISA Yogyakarta kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan tenaga kesehatan yang unggul, berintegritas, dan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Mahasiswa Profesi Bidan Angkatan IX UNISA Yogyakarta Gelar Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) I di Kelurahan Notoprajan

Mahasiswa Profesi Bidan Angkatan IX UNISA Yogyakarta Gelar Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) I di Kelurahan Notoprajan

Mahasiswa Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi Angkatan IX Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta melaksanakan kegiatan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) I dalam rangka Praktik Profesi stase Asuhan Kebidanan Komunitas di Kelurahan Notoprajan, Kecamatan Ngampilan, Kota Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi pembelajaran lapangan yang bertujuan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam memberikan asuhan kebidanan berbasis komunitas dan pemberdayaan masyarakat.

Kegiatan MMD I dihadiri oleh Lurah kelurahan Ngampilan, Kepala Puskesmas, Bidan, Ahli gizi Puskesmas Ngampilan, kader Posyandu-PIK R, ketua RW, PRA, babainsa, babinkamtibmasy, dosen pembimbing serta mahasiswa profesi bidan. Musyawarah dilaksanakan sebagai forum diskusi bersama untuk mengidentifikasi berbagai permasalahan kesehatan yang ada di masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan kesehatan ibu, anak, remaja, dan lansia.

Melalui MMD 1 ini, mahasiswa dapat berkenalan alngsung dengan para tokoh masyarakat untuk berdiskusi, mencari informasi masalah kesehatan yang ada di Ngampilan melalui cara FGD. Hal ini dilakukan sebagai gambaran rencana pengkajian mendalan dn menyusun rancangan program untuk mendampingi warga masyarakat menyelesaikan masalah kesehatan, meningkatkan kemampuan dan kemandirian masyarakat dalam menghadapi maslalah kesehatan.

Mahasiswa memaparkan hasil pengkajian komunitas yang telah dilakukan sebelumnya, meliputi kondisi kesehatan masyarakat, faktor risiko, serta potensi yang dimiliki wilayah Kelurahan Notoprajan. Hasil identifikasi tersebut kemudian didiskusikan bersama masyarakat guna menentukan prioritas masalah kesehatan dan rencana tindak lanjut yang dapat dilaksanakan secara kolaboratif.

Dosen pembimbing menyampaikan bahwa kegiatan MMD menjadi salah satu tahapan penting dalam stase Asuhan Kebidanan Komunitas karena mahasiswa dilatih untuk mampu mengenali kebutuhan masyarakat secara langsung serta menyusun intervensi yang tepat berdasarkan kondisi di lapangan.

Masyarakat dan pihak kelurahan menyambut baik kegiatan tersebut serta berharap adanya sinergi yang berkelanjutan antara institusi pendidikan dan masyarakat dalam mendukung program kesehatan di wilayah Kelurahan Notoprajan.

Melalui kegiatanMMD I ini, mahasiswa Profesi Bidan Angkatan IX Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta diharapkan mampu menjadi bidan profesional yang tidak hanya kompeten secara klinis, tetapi juga memiliki kepedulian sosial serta mampu berperan aktif dalam pemberdayaan kesehatan masyarakat.