by admin | 15 Shafar 1446 H | 20 Agustus 2024 M | Berita
Dalam rangka memperkuat kerjasama akademik serta meningkatkan mutu pendidikan kebidanan, dosen Program Studi S1 Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan Universitas ‘Aisyiyah (UNISA), Yogyakarta, melaksanakan kunjungan studi banding ke Universitas Brawijaya (UB), Malang, pada Jum’at, 16 Agustus 2024. Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi kedua institusi untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam upaya pengembangan kurikulum dan metode pengajaran yang lebih inovatif dan efektif, sesuai dengan semangat MBKM.
Dipimpin oleh Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) UNISA, Dr. Dewi Rokhanawati, S.SiT., M.PH, serta didampingi oleh Ketua Program Studi Kebidanan, Nidatul Khofiyah, S.Keb., Bd., M.PH, beserta tim Prodi, delegasi UNISA Yogyakarta disambut hangat oleh Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, Dr. dr. Wisnu Barlianto, M.Si.Med, Sp.A(K), yang hadir bersama Kepala Departemen Kebidanan FKUB, Dr. dr. Bambang Rahardjo, Sp.OG(K), serta jajaran pimpinan fakultas. Pertemuan ini berlangsung penuh antusiasme, membahas strategi implementasi kurikulum berbasis kompetensi, penerapan teknologi digital dalam pembelajaran, serta bagaimana keduanya dapat mendukung pelaksanaan MBKM.
“Kunjungan ini merupakan langkah strategis bagi kami untuk memperkuat kualitas akademik di UNISA Yogyakarta dan mengintegrasikan elemen-elemen MBKM ke dalam program studi kami. Melalui diskusi yang konstruktif, kami memperoleh banyak wawasan dari praktik terbaik yang sudah diterapkan di Universitas Brawijaya, yang tentu akan bermanfaat dalam pengembangan kurikulum kami,” ujar Nidatul Khofiyah, S.Keb., Bd., M.PH.
Dr. Wisnu Barlianto menyambut baik kerjasama ini dan menekankan pentingnya sinergi antar perguruan tinggi dalam menghadapi tantangan di era pendidikan modern. “Universitas Brawijaya selalu terbuka untuk berbagi ilmu dan pengalaman dengan UNISA Yogyakarta. Kami yakin, kolaborasi ini akan memberikan kontribusi yang signifikan bagi kedua institusi, khususnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan layanan kebidanan yang sejalan dengan konsep MBKM.”
Dengan adanya Memorandum of Understanding (MoU) diharapkan tercipta sinergi yang lebih erat antara UNISA Yogyakarta dan Universitas Brawijaya, yang akan berdampak positif pada pengembangan pendidikan kebidanan di Indonesia.
by admin | 14 Shafar 1446 H | 19 Agustus 2024 M | Berita
Yogyakarta, [Jum’at, 16 Agustus 2024]—Sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pengalaman belajar mahasiswa, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (UNISA) bersama Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (UB), menandatangani Memorandum of Understanding (MOU). Kerjasama ini bertujuan untuk mendukung program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) antar perguruan tinggi. Kegiatan awal yang dilaksanakan melalui penyerahan mahasiswa kebidanan outbound dari UNISA ke UB.
Acara penandatanganan yang berlangsung di kampus Universitas Brawijaya dihadiri oleh perwakilan dari kedua institusi. Dekan FK Universitas Brawijaya Universitas, Dr. dr. Wisnu Barlianto, M.Si.Med, Sp.A(K) hadir didampingi Kepada Departemen Kebidanan FKUB, Dr. dr. Bambang Rahardjo, Sp.OG (K), dan Dekan FIKES Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (UNISA), Dr. Dewi Rokhanawati, S.SiT., M.PH, turut hadir beserta tim Prodi Kebidanan FIKes UNISA Yogyakarta.
Dalam upaya Implementasi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) serta kerjasama antar perguruan tinggi, 10 Mahasiswa Unisa Yogyakarta dari prodi Sarjana Kebidanan akan menjalani perkuliahan di kampus Universitas Brawijaya selama 1 semester. Selain untuk menjalin sinergi antar Universitas, juga untuk saling memperkuat silaturrahim dan menambah wawasan serta pengalaman para mahasiswa yang ikut dalam program MBKM ini.
Dalam sambutannya, Dekan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas kerjasama ini. “Kerjasama ini merupakan langkah strategis dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan membuka lebih banyak peluang bagi mahasiswa kami untuk mengembangkan potensi mereka melalui program MBKM Guna mencapai visi dan misi Prodi Sarjana Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi UNISA menghasilkan bidan pilihan yang unggul dalam upaya promotif-preventif berdasarkan Evidence Based in Midwifery (EBM) dan nilai-nilai Islam Berkemajuan dengan mengimplementasikan kurikulum yang sudah dilakukan penyelarasan dengan kurikulum AIPKIND 2019 dan sudah melakukan penyelarasan kurikulum OBE yang mendukung MBKM.
Melalui MOU ini, kedua universitas berkomitmen untuk mendukung mobilitas mahasiswa, khususnya dalam program outbound yang memungkinkan mahasiswa Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta untuk menimba ilmu dan pengalaman di Universitas Brawijaya. Mahasiswa yang terpilih mengikuti skema ini tampak bahagia dan semangat untuk mengikuti proses belajar Kolaborasi ini akan membuka peluang baru bagi mahasiswa kami untuk belajar dan berkembang di lingkungan akademik yang berbeda, sesuai dengan semangat Merdeka Belajar.”
by admin | 6 Rajab 1445 H | 18 Januari 2024 M | Berita
Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes) Universitas `Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menyelenggarakan Studium General yang bertemakan “Upaya Promotif dan Preventif pada Neonatus dan Bayi.” Acara ini dihadiri oleh 300 mahasiswa prodi Kebidanan di Hall Baroroh Baried, Kamis (07/12).
Narasumber utama pada studium general ini adalah dr. Utami Roesli, Sp.A., MBA, FAM, seorang staf dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). dr. Utami, yang memiliki kredibilitas tinggi di bidang kesehatan anak, memberikan wawasan mendalam mengenai strategi dan praktik yang efektif dalam upaya mencegah dan mempromosikan kesehatan pada neonatus dan bayi.
Dr. Ismarwati, S.ST., MPH, selaku Wakil Dekan I FIKes UNISA Yogyakarta, dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan berharga ini dengan baik.
“Kami berharap mahasiswa dapat mengambil ilmu sebanyak mungkin dari narasumber yang sangat kredibel ini. Pengetahuan yang didapat sangat penting karena nantinya mahasiswa akan menjadi Bidan profesional yang berdedikasi dalam menjaga kesehatan neonatus dan bayi,” ujarnya.
Studium General ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa Prodi Kebidanan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang praktik-praktik yang berkelanjutan dalam perawatan kesehatan bayi dan neonatus. Informasi yang disampaikan oleh dr. Utami Roesli memberikan wawasan yang berharga bagi para calon tenaga kesehatan masa depan.
Acara ini berlangsung dengan antusiasme tinggi dari peserta yang aktif terlibat dalam sesi tanya jawab dan diskusi, menunjukkan minat yang besar dalam pembelajaran mengenai perawatan kesehatan pada masa neonatal dan bayi.
by admin | 6 Rajab 1445 H | 18 Januari 2024 M | Berita
Pada Sabtu (16/12), merupakan momen yang gemilang dan bersejarah bagi Universitas `Aisyiyah (UNISA) Yogyakartadengan diadakannya Rapat Senat Terbuka Orasi Ilmiah yang memperingati pengukuhan Guru Besar Prof. Dr. Mufdlilah, S.SiT., M.Sc. Acara yang diselenggarakan di Convention Hall Masjid Walidah Dahlan Kampus UNISA Yogyakarta itu dihadiri oleh 500 undangan, yang terdiri dari keluarga besar, serta civitas akademik.
Dr. Warsiti, S.Kp., M.Kep., Sp.Mat, dalam sambutannya menyampaikan betapa Prof. Mufdlilah menjadi tonggak bersejarah sebagai Guru Besar pertama yang berasal dari UNISA Yogyakarta dan menjadi Guru Besar di bidang kebidanan, menjadi yang pertama di Indonesia.
“Kami berharap momen ini akan menjadi sumber inspirasi bagi seluruh elemen di UNISA Yogyakarta untuk menghasilkan karya-karya inovatif yang memberi manfaat besar bagi masyarakat,” ucap Warsiti.
Dr. apt. Salmah Orbayinah, M. Kes, Ketua Umum Pimpinan Pusat `Aisyiyah, turut memberikan apresiasi atas dedikasi Prof. Mufdlilah. Salmah mengungkapkan bahwa Prof. Mufdlilah telah aktif dalam organisasi `Aisyiyah sejak usia muda, dari Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) hingga kini, sambil tetap menjalankan perannya sebagai dosen.
“Meskipun begitu banyak kesibukan dan komitmen di `Aisyiyah, Prof. Mufdlilah tetap menjaga konsistensi dan aktifitasnya di lingkungan kampus, yang bahkan memberikan kemudahan dalam perjalanan akademis hingga meraih gelar tertinggi,” papar Salmah.
Keberhasilan pengukuhan Guru Besar Prof. Mufdlilah bukan hanya menjadi kebanggaan UNISA Yogyakarta, namun juga sebuah inspirasi yang menunjukkan bahwa komitmen, dedikasi, dan karya nyata dapat diraih walaupun dalam kesibukan yang padat.
Rapat Senat Terbuka Orasi Ilmiah dalam suasana yang penuh haru dan kebanggaan, acara tersebut menjadi tonggak sejarah yang meneguhkan eksistensi UNISA Yogyakarta dalam mencetak para akademisi dan tokoh yang berpengaruh bagi masyarakat.
by admin | 6 Rajab 1445 H | 18 Januari 2024 M | Berita
Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menggelar acara angkat sumpah dan pelantikan profesi bagi 128 alumni Profesi Bidan Fakultas Ilmu Kesehatan. Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat di Convention Hall Masjid Walidah UNISA Yogyakarta pada Sabtu (23/12) menandai langkah awal para lulusan dalam memasuki dunia profesional.
“Prestasi ini adalah hasil dari perjuangan, dedikasi, dan kerja keras kalian selama menempuh pendidikan di UNISA Yogyakarta. Kami berbangga melihat kalian tumbuh dan berkembang menjadi tenaga kesehatan yang profesional,” ujar Dekan M. Ali Imron.
Rektor UNISA Yogyakarta, Dr. Warsiti., S.Kp., M.Kep., Sp.Mat., menyampaikan empat pesan kepada para lulusan. Selain mengemban profesi kesehatan, alumni diingatkan untuk membawa amanah sebagai kader persyarikatan. Rektor menekankan keberagamaan, baik dalam kemurnian akidah maupun ketaatan beribadah, sebagai landasan utama dalam kehidupan sehari-hari.
Kompetensi akademik dan intelektual juga menjadi fokus, dengan harapan para alumni dapat menghasilkan karya-karya dan menjadi ciri khas gerakan sebagai pembaharu. Rektor menekankan pentingnya berfikir maju dan unggul, bukan hanya sebagai tenaga kesehatan biasa.
Rektor juga menyoroti istiqomah dan konsistensi, etos kerja yang tinggi, serta kemampuan dalam mengambil posisi tengan yang baik dalam berpikir dan bertindak. Poin terakhir adalah peran aktif dalam aspek sosial, kemanusiaan, keorganisasian, dan kepemimpinan sebagai bagian integral dari profesi kesehatan.
“Saat ini, bukan hanya tugas kalian sebagai tenaga kesehatan yang harus diemban, tetapi juga amanah sebagai mubaligh mubalighot. Melalui peran ini, kalian dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat dan memperkuat persyarikatan muh,” tegas Warsiti.
Acara diakhiri dengan prosesi pengambilan sumpah dan pelantikan profesi, di mana para alumni dengan penuh semangat menyatakan kesiapannya untuk mengabdikan diri dalam dunia kesehatan. Selamat kepada para lulusan, semoga perjalanan profesional kalian membawa berkah dan kemajuan.
Ikuti akun Official Sarjana dan Pendidikan Profesi Bidan : IG: @sarjanabidanunisa Youtube: Sarjana dan Pendidikan Profesi Bidan UNISA Website: www.bidanprofesi.unisayogya.ac.id